way of live

ya Allah jadikanlah cintaQu utuh untukMu dan berikanlah kepadaQu cinta orang2 yang mencintaiMu....

Name:
Location: Cairo

assalamualaikum. di malam nan sepi aku masih sibuk menegelus komputerku tersayang yang baru di perbaiki dengan harapan nggak bakalan rusak lagi... kalau hati sedang galau pikiran kacau dan tidurpun meracau... saat itu aku pengen minum es-cincau... he.he welcome to my blog. wss

Tuesday, March 06, 2007

Berdoa tuk indonesia



Barusan aku nelfone Ibuku di rumah, al-hamdulillah di rumah semua baik-baik saja. Sebelumnya aku agak risau karena beberapa hari di telpon, nomer Ibu tidak aktif. Kerisauanku bertambah ketika aku dengar ada musibah gempa di sebagian pulau Sumatra 2 hari yang lalu. Meski aku tau yang di timpa musibah itu daerah Sumatra barat bukan Riau. Tapi bisa jadi Riau juga terkena karena emang Sumatra barat berbatasan dengan Riau. Ternyata ketika ku telpon ke rumah memang benar ibuku merasakan getaran gempa tapi hanya getaran kecil. Hilanglah sudah kebimbanganku tentang keadaan wanita terkasih itu. Hamdulillah beliau dan semua keluarga baik2 saja. "nak doakan Indonesia!" pinta ibuku dalam. Kalau perlu kalian yang belajar di al-azhar istighosah sama-sama untuk keselamatan Indonesia. Ada gurat bimbang di suara ibu. insyaAllah bu.. nanda akan selalu doakan jawabku. Dari diri kita sendiri juga perlu ada perbaikan bu… kataku halus. Iya nak… jawabnya setuju. Ingatin kakak, ibu jgn bosan nasehati beliau. Kataku karena sekelebat bayangan kakak laki-lakiku hadir dalam benak. Ada rindu. Rindu membanggakan kakak gagahku. Sungguh aku sayang kamu kak…

Telpon berpindah tangan kepada kakak permpuanku. Kalau ngomong dengan kakak imutku ini pasti topic pembicaraan drastis berubah. Rada2 matrealistis gitu. Apakabar uang kita? Tanyaku iseng. insyaAllah dalam proses perwujudan mimpi. He.. kami emang suka menghayal berdua jadi bisniswomen sukses. Di antara kami dia yang paling suka dagang kecil-kecilan tp gk jelas mana untung mana rugi. Abis aku dan adik2 suka menggerogoti jualannya.he.he… miss u sista… di akhir pembicaraanku dengan kakakku dia bilang, dek doain Indonesia! Sedih tau lihat Indonesia sekarang musibah gk henti2. ya allah segitu beratkah cobaan buat indonesiaku? Aku jadi heran kakakku yang bisanya cuek kali ini ikut angkat bicara tentang Indonesia yang malang.

Kini giliran adik manisku. Cuma singkat…dia bilang dia bakalan ujian akhir nasional tgl17 april nanti. Dan minta di doain. Dulu aku merasa dia itu kecil mulu. Tapi setelah aku pulang ke indo baru aku sadar kini adikku udah dewasa bahkan lebih dewasa dari kakak2nya. Bertanggung jawab itu yang sangat kental dengan wataknya. Love u dek…
Itulah tiga wanita sedarah denganku… love forever…

Monday, November 27, 2006

On DH's birthday

27 agustus 2006. perayaan HUT PON-PES Darel-hikmah baru bisa di laksanakan. mungkin sebangian orang berpendapat bahwa merayakan ulang tahun merupkan satu hal yang sia-sia. namun bagi saya sendiri beda halnya dengan merayakan HUT Darel- Hikmah el-mahbub. karena momen ini menjadi ajang silaturrahmi penting bagi para alaumnus. setelah beberapa tahun meninggalkan kampung Darel-hikmah ternyata banyak hal yang telah berubah. ada rasa rindu yang mendalam kepada tempat yang menyimpan seribu kisah hidup para alumnus. selain itu pertemuan ini banyak mengandung nilai positif. contoh kongkretnya tolong-menolong antar sesama. mungkin sebagian alumnus telah jauh melangkah menuju sukses sedangkan sebagian yang lain masih belum begitu bernasib baik. padahal di situ ada potensi yang cukup besar untuk di kembangkan bersama. ada sekelompok alumnus yang ternyata menjalankan usaha bersama di satu percetakan. yang alhamdulillah semua proyek di pon-pes darel hikmah, serta kebutuhan para alumnus lainnya dalam masalah itu dapat di tampung. satu usaha dan kerja sama yang bagus saya kira.

kembali kepada topik pembicaraan, pada HUT Darel-hikmah agustus 2006 yang lalu ikapdh Cairo ikut sama memeriahkan dengan menggelar pemeran kemesiran. meski terhitung sangat sederhana sekali. akan tetapi, kami sangat bersyukur karena dapat sedikit menyumbangkan sesuatu buat Darel-hikmah umumnya dan adik-adik khususnya. dengan di motori empat orang alumnus darel-hikmah sekaligus alumnus yang pernah kuliyah di al-azhar cairo akhirnya pameran dengan penuh kesederhanaan itu mampu menarik simpati dari majlis asaatizd dan adik-adik kita di darel-hikmah. mereka antusias sekali bertanya tentang keadaan kehidupan di mesir. dan banyak di antara mereka termotifasi untuk mengikuti langkah kakak-kakak senior untuk kuliyah ke Mesir.

di akhir pameran itu kami sempat mengadakan semacam door price. yang tujuan asalnya hannya untuk memberikan kesan bagi adik-adik. tapi subhanallah ternyata ada di antara adik-adik kita yang telah hafal hampir setengah atau lebih dari setangah dari al-qur'an. hal ini sebenarnya butuh pengarahan yang tepat. agar aset berharga ini tidak pupus sia-sia. ketika perhatian kita berikan maka potensi itu akan semakin meningkat. karena memang naluri manusia itu ingin di perhatikan dan di hargai.

dan telah menjadi harapan kita bersama semoga darel-hikmah ke depan jauh lebih maju dan bermutu. chaiyyo Darelkoe...

Saturday, July 08, 2006

DeHa cairo Rihlah uey...


Aliran sungai nil menjadi saksi segenap keluarga bahagia darel-Hikmah Cairo
pernah melintasinya walau hanya beberapa saat...

Tuesday, May 30, 2006

Panggil aku Mahmud!

Sejak awal toko ashir (jus buah) itu di buka di bawah apartementku. Hatiku tertarik dengan sosok kecil yang mengenakan seragam orange yang bertugas sebagai pelayan di toko itu.
Dengan wajah innocentnya ia selalu ceria menyambut kedatangan setiap tamu yang mampir di toko itu. Satu pertanyaan besar yang aku simpan tentangnya. Mengapa saat-saat aktif sekolah seperti sekarang ini bocah seumuran dia kok malah sibuk bekerja?.

Sore ini 29 mei 2006. masih dalam suasana ujian. Aku sengaja menghabiskan waktu soreku dengan sekedar melihat panorama sore dari jendela kamarku di rumah sutuh hayyuttamin. Tiba-tiba mataku tertuju kepada sosok mungil berbaju orange sedang menyendiri di belakang toko ashir itu.

Ku beranikan diri untuk sekedar menyapa dan menanyakan namanya. Dari sana aku ketahui. Bocah imut itu bernama Mahmud.

Dari perkenalan singkat itu. Aku ketahui bahwa dia tidak pernah mengecap yang namanya madrosah (sekolah). Bahkan huruf hijaiyah saja dia tidak kenal. Karena sengaja ku coba menjatuhkan secarik kertas yang berisi pertanyaan “mengapa kamu tidak sekolah” hanya ada kata “ana laa astati’ aqro’” sebagai jawaban bahwa lelaki kecil berumur sebelas tahun itu nggak bisa baca sama sekali.

Menyedihkan sekali. Seorang mahmud adalah generasi Islam, yang lahir dan tumbuh di lingkungan yang masih kental dengan budaya dan peradaban Islamnya namun di usia lebih sepuluh tahun malah belum bisa membaca walau sekedar tulisan yang tertulis di dalam kitab sucinya (Al-qur’an).

Hanya satu mahmud yang sempat aku kenali. Aku yakin masih banyak Mahmud-mahmud lain yang tersebar di serata negri yang bergelar kinanah ini. mereka ibarat ayam yang kelaparan di lumbung padi.

Apa nasib dienul-haq ini jika generasi penerusnya terus di biarkan mendekam dalam ketertinggalan. Kapankah derita-derita saudara muslim mampu meyentuh rasa kemanusiaan kita? apakah setelah semua tewas di lantak serdadu zionis baru kita sadar bahwa merekalah saudara kita? kapan hati-hati kita tersadar untuk saling ta’awun.

Sedang di ajak untuk boikot atas produk yahudi saja kita masih banyak berdalih. “gimana lagi rambut ana cocoknya pake had and soldiers, ana nggak bisa dekh nggak minum nestle abis kalo susu lain kandungan kalsiumnya kurang. Dan macam-macam lagi dalih kita untuk sekedar mempertahankan argument karena kita tak mampu untuk merasa bersaudara dengan sesama Islam.

Contoh kasus Mahmud ini baru di negri mesir yang masih aman dan tentram. Bagaimana nasib saudara-saudara kecil kita di Palestine yang terpaksa mempertahankan hidup di tengah-tengah derasnya hujan peluru yahudi. Di Irak bahkan di negri kita Indonesia yang akhir-akhir ini terus di timpa musibah. Adakah yang sudi menghulurkan tangan? Memancarkan kasih sayang keserata penjuru bumi.

Let’s keep Our Islam!

Aku di sudut kota Cairo.

Friday, May 05, 2006

Aku dalam tiga dimensi


Aku dengan obsesi dan impian yang terkadang luluh oleh gejala alam yang tidak bersahabat… aku yang ingin menjadi sosok terbaik buat siapa saja, kini merasa di khianati… aku yang mencintai dengan tulus yang terkadang terkilan dengan rasa yang selama ini kuikhlaskan. Aku yang ceria memendam segala lara. Aku yang berusaha menjadi bendera putih perdamaian kini terkoyak sanubariku. Aku yang berusaha menjadi jembatan yang kemudian roboh, berkecai tak bersisa.

Itulah aku, yang kini tinggal puing-puing. Puing semangat, puing cinta yang ingin aku nyalakan dalam menelusuri ahir dari episode kehidupanku. Memang aku tak bisa mencapai segala impian, dan obsesi. Karena kenyataan berkehendak lain.

Salahkah aku? Mengapa jalan ini terlalu sulit untuk bersahabat degan segala impianku. Andai saja aku bisa berteriak…! Aku akan berteriak biar dunia tau di sini di hati ini ada luka yang teramat dalam. ya allah aku ingin lari kepelukMu… mengadu segala keluh kesahku…

Aku dalam tiga dimensi, aku dalam keserbasalahanku. Aku dalam linglung dan bingung. aku yang selalu salah tingkah, kemudian alfa, lupa atau gila! Inilah aku dalam tiga dimensi yang ku coba satukan dalam azam yang tak akan luntur di makan zaman.

Namun, Mungkinkah?


sorry kalo nggak nyambung! he3
eya dalam suntuk menatap mukoror
Mg najjah!

NB: sebutlah namaku dalam doamu meski dalam urutan terahir moga mudah kujalani dimensi ini...

Monday, April 03, 2006

Impian sebiji bintang!
By: Suhaila Shofwan

Aku ingin cahayaku sampai kebumi
Sinari dan hangatkan ruang-ruang sepi
Ini impianku, bukan mimpi.
Impian yang aku harap akan menjadi kenyataan
Walau…
Aku tau, cahayaku dari kegelapan malam
Tak mampu tuk sinari bumi yang luas lagi terhampar
Cahayaku nan suram…
Berasal dari kehidupan kelam
Sedang bumi, teduh lagi di rimbuni
Pohon-pohon kehijauan…
Dia begitu kokoh
Sedang aku,
Masih berkelip-kelip
Sambil terus lalui perjalanan hijrah pada porosku.
Kadang terang dan terkadang sayup
Namun, Salahkah aku?
Jika punyai impian untuk bersama merentasi perputaran zaman.
Ikut melengkapi warna-warni galaksi
Dan,
Kadang aku berpikir…
Mengapa aku bukan tercipta sebagai mentari?
Yang terang lagi gemilang
Yach…
Aku hanya sebiji bintang
Yang jauh di langit biru…!

Saturday, March 18, 2006

Ada apa degan Trafic lamp?

sebuah kota besar memang tidak bisa terlepaskan dengan permasalahan "macet" dan berbagai kasus kecelakaan. insident ini sudah pasti berlokasi di jalan raya... sebagai sarana lalu lintas yang merupakan kebutuhan setiap warga masyarakat. untuk menanggulangi hal ini ( macet) pihak pemirintah biasanya akan mengatur tata kota serapi mungkin serta di tambah dengan rambu-rambu lalu lintas "trafic lamp" agar mempermudah polantas (Polisi Lalu Lintas) dalam mengatur kesesakan yang memadati badan jalan utama dalam sebuah kota.

berbeda halnya dengan ardul kinanah ini. Trafic lamp bisa di bilang tidak ada sama sekali... padahal kepadatan lalu lintas terjadi hampir tiap waktu di ruas-ruas jalan penting. wal hasil macetpun terjadi. kecelakaan pun kerap mewarnai hari-hari jalan negri seribu menara ini.

kalau bagi saya pribadi ada dan ketidakadaan trafic lamp tidaklah merupakan hal mengganggu selama masih lancar dan aman2 saja. namun hal itu tidaklah mungkin. karena melihat keadaan kota cairo yang merupakan ibu negara egyipt. dan sangat padat dengan berbagai macam jenis kendaraan.

permasalahan ini menjadi pertanyaan besar dalam benak saya. mengapalah mesir nggak pake trafic lamp? tapi jujur saja saya enggak tau kepada siapa saya harus bertanya agar pertanyaan ini terjawab.

kejadian hari senin tgl 13 kemaren benar-benar buat saya jengah dengan dengan kedaan lalu lintas di kota cairo. saya pulang menuju istana sewaan di daerah hayyuttamin. sang bintang siang sudah lumayan lama pulang ke pangkuan langit. sidang redaksi Citra kali ini begitu banyak membicarakan tentang berbagai agenda sehingga seusai magrib kami baru pulang. mobil jurusan hayyuttaminpun begitu sulitnya, sehingga pekerjaan menunggupun terpaksa saya lakoni. stelah lumayan lama menunggu dan ahirnya tiba jua sebuah bis mini yang siap mengantarkanku sampai ke tujuan. meski dengan penumpang yang sangat padat. perjalanan ini benar2 tidak bisa saya nikmati. sang sopir terus saja menerima setiap penumpang yang melmbaikan tangannnya tak perduli orang2 dalam bisnya sudah susah untuk bernafas.

malam itu ada pemandangan yang miris sekaligus menggelitik perasaan terjadi. hampir terjadi adu fisik antara sesama police trafic. mengapa hal ini bisa terjadi? hal ini di awali oleh ketidakkompakan police yang bertugas saat itu. karna ada dua aba-aba yang bertentangan di berikan sekaligus dan tentunya macet total taka dapat di hindari. arus lalu lintas dari arah hadiqoh dauliy bertembung dengan arus dari arah hayyuttamin, aba saqot dan hayyussadis. di tengah lengkingan klakson yang memekakkan telinga, beberapa orang petugas polisi berteriak keras. layaknya seperti orang mesir bertengkar. untung ada sebagian dari phak mereka yang meredakan hal itu. terdengar gelak ketawa dari orang yang berstatus sebagai penumpang sepertiku. dari pembicaraan mereka aku tangkap ucapan cemoohan terhadap aparat keamanan yang ternyata saat ini sebagai objek pembuat kerusuhan. pantaskah?