Berdoa tuk indonesia
Barusan aku nelfone Ibuku di rumah, al-hamdulillah di rumah semua baik-baik saja. Sebelumnya aku agak risau karena beberapa hari di telpon, nomer Ibu tidak aktif. Kerisauanku bertambah ketika aku dengar ada musibah gempa di sebagian pulau Sumatra 2 hari yang lalu. Meski aku tau yang di timpa musibah itu daerah Sumatra barat bukan Riau. Tapi bisa jadi Riau juga terkena karena emang Sumatra barat berbatasan dengan Riau. Ternyata ketika ku telpon ke rumah memang benar ibuku merasakan getaran gempa tapi hanya getaran kecil. Hilanglah sudah kebimbanganku tentang keadaan wanita terkasih itu. Hamdulillah beliau dan semua keluarga baik2 saja. "nak doakan Indonesia!" pinta ibuku dalam. Kalau perlu kalian yang belajar di al-azhar istighosah sama-sama untuk keselamatan Indonesia. Ada gurat bimbang di suara ibu. insyaAllah bu.. nanda akan selalu doakan jawabku. Dari diri kita sendiri juga perlu ada perbaikan bu… kataku halus. Iya nak… jawabnya setuju. Ingatin kakak, ibu jgn bosan nasehati beliau. Kataku karena sekelebat bayangan kakak laki-lakiku hadir dalam benak. Ada rindu. Rindu membanggakan kakak gagahku. Sungguh aku sayang kamu kak…
Telpon berpindah tangan kepada kakak permpuanku. Kalau ngomong dengan kakak imutku ini pasti topic pembicaraan drastis berubah. Rada2 matrealistis gitu. Apakabar uang kita? Tanyaku iseng. insyaAllah dalam proses perwujudan mimpi. He.. kami emang suka menghayal berdua jadi bisniswomen sukses. Di antara kami dia yang paling suka dagang kecil-kecilan tp gk jelas mana untung mana rugi. Abis aku dan adik2 suka menggerogoti jualannya.he.he… miss u sista… di akhir pembicaraanku dengan kakakku dia bilang, dek doain Indonesia! Sedih tau lihat Indonesia sekarang musibah gk henti2. ya allah segitu beratkah cobaan buat indonesiaku? Aku jadi heran kakakku yang bisanya cuek kali ini ikut angkat bicara tentang Indonesia yang malang.
Kini giliran adik manisku. Cuma singkat…dia bilang dia bakalan ujian akhir nasional tgl17 april nanti. Dan minta di doain. Dulu aku merasa dia itu kecil mulu. Tapi setelah aku pulang ke indo baru aku sadar kini adikku udah dewasa bahkan lebih dewasa dari kakak2nya. Bertanggung jawab itu yang sangat kental dengan wataknya. Love u dek…
Itulah tiga wanita sedarah denganku… love forever…


